Senin, 26 Maret 2018

Sajak



Apakah yang menulis Sajak ?
Tangan yang rindu atau kah hati yang memuncak ?
Sungguh aku tak tahu, yang aku tau hanya kata mengalir deras dari hati
Menggerakkan tangan untuk menulis sebuah syair.
Lantas apakah yang membekas dalam sajak ?
Bukankah tinta pena cukup pekat untuk menulis sebuah sajak ?
Mungin bukan, itulah pekatnya malam yang mengundang kerinduan untuk menulis.
Karna tinta saja tak cukup pekat
Pekat malam lah yang membuatnya.
Kadang akupun ragu
Ragu tentang tulisan ini
Inikah sajak ?
Aku tak tahu ujung pangkalnya
Yang aku tahu saat seseorang membaca ini (yang pasti untuknya)
Dia akan tersenyum dan ia pun tau
Mala mini aku sedang merindukannya
Sebagaimana malam malam sebelumnya.
Ya , aku sedang rindu dan dalam rahim hatiku
Kulahirkan tulisan ini untukmu kekasihku.
Fur meine frau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar