Apakah
yang menulis Sajak ?
Tangan
yang rindu atau kah hati yang memuncak ?
Sungguh
aku tak tahu, yang aku tau hanya kata mengalir deras dari hati
Menggerakkan
tangan untuk menulis sebuah syair.
Lantas
apakah yang membekas dalam sajak ?
Bukankah
tinta pena cukup pekat untuk menulis sebuah sajak ?
Mungin
bukan, itulah pekatnya malam yang mengundang kerinduan untuk menulis.
Karna
tinta saja tak cukup pekat
Pekat
malam lah yang membuatnya.
Kadang
akupun ragu
Ragu
tentang tulisan ini
Inikah
sajak ?
Aku
tak tahu ujung pangkalnya
Yang
aku tahu saat seseorang membaca ini (yang pasti untuknya)
Dia
akan tersenyum dan ia pun tau
Mala
mini aku sedang merindukannya
Sebagaimana
malam malam sebelumnya.
Ya
, aku sedang rindu dan dalam rahim hatiku
Kulahirkan
tulisan ini untukmu kekasihku.
![]() | |
| Fur meine frau |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar