Rabu, 01 September 2021

Diah Ayu Ningsih Bq.

Siapa aku?
Mahluk Perindu
Dirundung Malu
Kepada sang Diah Ayu

Darimana datangnya Rindu
Dari fikiran yang tak jemu
Yang hanya padanya tertuju
Mahluk Cantik Bernama Ayu

Merindumu aku masih
Sudikah engkau berbelas kasih
Menjadi penawar hati sedih
Duhai Baiq Diah Ayu Ningsih

Sajak ini lahir karnamu
Kukandung dalam Rahim Rindu
Kubawa dalam hati ia bercumbu
Bercampur dengan darah yang menggebu

Disini aku berdoa
Pada Tuhan dengan segala Semoga
Agar terkabul kita berdua
Bersanding dalam ahir menjadi kita
Aku
Ayu
Kita

Kamis, 08 Juli 2021

Kekasih

Kekasih Aku Selalu Rindu
Tapi terkadang enggan bertemu
Terkekang Rasa Jemu
Oleh dunia yang penuh tipu tipu

Kekasih Aku ingin mengadu
Tapi terkadang urung karna malu
Melihat badan miskin ilmu
Dan batin penuh dengan dosa yg beribu

Kekasih Aku ingin bersua denganMU
Jangan palingkan wajahMU
Meskipun hina diri sebagai hambaMU
Karna padamulah Cinta ini tertuju

Salam dariku
HambaMu
Yang Merindu

Uchen

Rabu, 03 Februari 2021

Jangan Lupa (Berkabar)

Tau kah kamu?
Angin tak hanya menyejukkan
Tapi ia meninggalkan puing
Semilir tak hanya meneduhkan
Pusarannya pun kadang merusak hening

Taukah kamu?
Hujan tak selalu meneduhkan
Kadang ia menenggelamkan
Tetesannya membawa kenangan
Air yang dibawa kadang menghanyutkan

Taukah kamu?
Begitupun dirimu
Hadirmu
Menggundang takut tak bertemu
Bersamamu
Mengundang hawatir tak bersatu

Karna terkadang kau menghadirkan Rindu
Mengintip dibalik ruang semu
Melahirkan rasa tanpa mengandung
Mengundang asa tanpa ujung

Hari ini kau semilir
Esok bisa saja kau membuat terkilir
Bukan kaki
Tapi hati

Jika kau adalah sakit
Semoga kau tak pernah menjangkit
Jika kau Penawar
Semoga untuk sakit yang tak bisa ditawar

Terbang semoga tak pernah untuk jatuh
Jika harus jatuh semoga hanya hati
Jika harus terbunuh
Semoga ia adalah sakit yang mati

Terbang kadang tenggelam
Jatuh kadang bangun
Pergi untuk pulang
Datang untuk diam
Apapapun kamu 
Jangan Lupa Berkabar
Karna aku adalah anak yang lahir dari penantian.....

Senin, 01 Februari 2021

Tinta

Tumpukan kertas lama 
Mengantar pada Cerita Baru
Kisah lain Gugur dimakan Hama
Cerita Lain mulai ditutur

Disinilah aku memulai
Irisan tinta mulai menari gemulai
Asa dalam coretan terkulai
Hitam tinta mulai membuai

Aku mulai menulis
Yakin tersaji sebagai wadah Rindu
Untukmu yang mulai bersarang dalam relung

Nampan segera kebalut tulisan kertas
Intuisi ku mulai tercurah dalam goresan rindu
Nelangsaku bak candu menulismu
Gagang penaku menari indah tentangmu
Sendu sepi sunyi malam
Itulah latarku mulai menghadirkan mu
Hamparan perasaan yang tak bertepi

Bila ini adalah sebuah puisi
Akankah indah sepertimu?
Inikah perjalanan ?
Qalbuku takzim dalam tulisanku


Puyung