Selasa, 19 November 2019

Corat Coret Pena



Kubuka lembar baru,
Akan kutulis catatan lama
Meski telah berdebu
Namun masih layak untuk sajikan cerita

Dari kenangan ia terlahir
Namun tak satuput aksara mampu bercerita
Dari duka ia berahir
Namun air mata jenuh menyapa

Lembaran baru ini seakan menutup hari
Diawali oleh kertas putih tak berwarna
Namun Hitam pena menjadi saksi
Jutaan kisah yang tak berujung pangkal

Haruskah kubumbui air mata?
Agar tragedy terjalin sepanjang cerita
Atau taburi tawa?
Agar cerita terkesan Bahagia

Aku tak berujung memainkan pena
Karna ini bukan ahir cerita
Kata seakan enggan duduk Bersama
Karna terlalu sesak oleh kenangan dalam duka


Aku perlahan tersenyum mengingat cerita
Seakan memori menulis ulang masa masa nya
Dalam sandar kursi tua
Kunamai sajak ini corat coret sang Pena







Kamis, 21 Maret 2019

Baim Al Rose


Detak jam berdegup pelan
Jantung berdebarmengiringinya
Peci hitam dengan pakaian putih berenda
Didampingi gaun kebahagiaan yang terurai
Mazi dan Mani bersanding
Berjabat dengan masadepan
Sementara masalalu menyerah
“SAH”
Janur melengkung
Dan Hadroh tertabuh
Gamelan terdiam
Wayang menangis
Air mataku Metes

Puyung 21 Maret 2019



Jumat, 22 Februari 2019

Senja yang mewarnai hari
Pertanda Mimpi akan menjelang lagi
Aku terduduk Sendiri
Menatap hari esok kembali

Jam Tak Letih berdetak
Mengiringi Jantung ia serentak
Aku masih terdiam Sejenak
Mengisi lamunan dalam benak

Batang demi Batang Terhisap
Melayangkan fikiran yang penuh harap
Sembari mentari Senja yang kutatap
Tataan kosong dalam mata yang lembap

Air mata.. Sedikit
Sedih.. Sedikit
Dalam kuah jingganya mentari
Aku menikmati episode Senja kali ini