Minggu, 22 Maret 2015

Wanita


Dialah ujung dari sang pangkal katanya,.
Pemanis dunia dari hambarnya detak nestapa
Mengenalkan Insan kepada sang Cinta
Yang hantarkan mereka pada Asa yang bahagia

Dialah Sang rusuk dalam pencarian
Yang membuat sang adam larut berpetualang
Mencari hatinya untuk dibawa pulang
Dan bersamanya disandarkan hidup hingga petang

Bahagianya bisa ciptakan Syurga
Amarahnya pun dapat haturkan Neraka
Dialah rapuh yang memberi kuat
Dan ditelapak kakinya kelak syurga didapat

Dialah Potret Indah Dunia
Dialah embun kala dilema
Dia juga Sepoi Angin yang sejuk terasa
Dialah Penyempurna yang disebut Hawa

Bagus Jiwa

Jumat, 20 Maret 2015

Jodoh . Ust Yusuf Mansyur

Jodoh itu telah tertuliskan,
Jodoh itu telah ditentukan,
Jodoh itu telah ditakdirkan,
Jodoh itu telah ditetapkan,
Walau pun hal itu tetap menjadi rahasia_Nya.
Terkadang kita begitu risau..
Ketika kita belum mendapatkan,
Ketika kita merasa sudah
waktunya,
Ketika sebagian teman
mendapatkan,
Ketika Orang tua bertanya setiap harinya.
Kita tak hanya sekadar mencari jodoh yang baik atau sekadar mengejar jodoh yang baik...
Ada yang lebih penting dari kesemuanya itu,
Gapailah jodoh dengan niat yang baik..
Gapailah jodoh dengan cara yang baik..
Dengan menjadikan diri sebagai orang yang baik..
Dengan tak melupan do'a dan ikhtiar (berusaha) lalu menunggu keputusan_Nya.
Ingat...!
Menikah dengan waktu yang sedikit tertunda akan jauh lebih baik daripada menikah dengan terburu buru tapi mendapatkan pasangan yang kurang baik.
Untuk itu tetaplah menebar senyum...
Yakinlah,,
Allah adalah sebaik_baiknya Perencana bagi makhluk_Nya...
Semoga yang like dan mengucapkan Aamiin di kolom mendapatkan jodoh terbaiknya.
Aamiin ya robbal'alamiin.

Cerita April


Pernah terpikat hati saat mata bertemu
Hadirkan rasa obati hati yang sedang jemu
Kau adalah mata yang hadirkan rasa itu
Menyelinap lembut kau warnai malam kelabu
Kemudian,;
Sepi Mulai terisi oleh bayang hadirmu
Memikat setiap lamunan untuk rindu padamu
Setiap sajak pun mulai tertuju padamu
Kata mengalun hadirkan puisi kugambarkan dirimu

Tetapi..
Kata hanya lahir lewat sajak dibuku
Saat lisan dihadapmu aku mendadak Bisu
Rasa itupun terpenjara dihati yang sendu
Mengharapmu untuk merangkul asa yang tertutup malu

Wahai Engkau Penghadir rindu
Taukah Engkau yang merindu itu Aku
Yang mengharap dirimu adalah Hatiku,
Yang Ingin Bersanding bersamamu menuju bahagia kita bersatu