Dibalik Sajak
Penaku
Mengintip Malu
Melihat
Tajam Kedalam hati sang Buku
Berharap
ada Lembar Kosong yang Ku Tuju
Tuk
Lagukan Pilu, Tuk Sajakan Sendu
Ku
senandungkan Sepi
Namun
Sajakku Hanya Menjadi Onggokan Kata Mati
Ku
Lagukan Rindu
Namun
kataku hilang Tak Tertuju
Ada
Pedih Yang kuselipkan dialik kata tawa
Ada Duka
yang tersirat dalam bait bahagia
Namun
Buku Tetap saja Putih
Sajakku
Terbit bak buih
Telanlah
Kata disetiap Sajak
Agar Ia
tak Hampa Kata Tersibak
Adakah Putihnya
Buku Mengerti Sejak
Ada Hati
Utuknya di balik Sajak
KL
