Selasa, 11 Februari 2014

Dibalik Sajak

Dibalik Sajak
Penaku Mengintip Malu
Melihat Tajam Kedalam hati sang Buku
Berharap ada Lembar Kosong yang Ku Tuju
Tuk Lagukan Pilu, Tuk Sajakan Sendu
Ku senandungkan Sepi
Namun Sajakku Hanya Menjadi Onggokan Kata Mati
Ku Lagukan Rindu
Namun kataku hilang Tak Tertuju
Ada Pedih Yang kuselipkan dialik kata tawa
Ada Duka yang tersirat dalam bait bahagia
Namun Buku Tetap saja Putih
Sajakku Terbit bak buih

Telanlah Kata disetiap Sajak
Agar Ia tak Hampa Kata Tersibak
Adakah Putihnya Buku Mengerti Sejak
Ada Hati Utuknya di balik Sajak


KL



Tidak ada komentar:

Posting Komentar