Selasa, 27 November 2018

CanKer Man


Saat penaku telah patah
Dan swara telah jauh meninggalkan pita suaraku
Biarkan aku antara hitam dan putih
Dan tatapan kosong padamu
Warnapun telah enggan bersamaku
Hanya abu dalam cahaya mata lahirku
Bersisi putih dan hitam ditengah
Maka biarkan ku muntahkan Darah itu
Agar ku lihat merah menyala
Meskipun ia akan terkuras dalam jasatku
Perlahan Jantungku tak mampu mengimbangi detak arloji
Perlahan akupun Mati seiring kau pergi…..Nyawa

S.h. Bagus Jiwa


Rabu, 26 September 2018

Penulis

Kau bisa saja menulis
bermodal pena dan kertas lalu dibumbui inspirasi
Maka akan jadilah sebuah sajak atau puisi
mungkin cerita dalam fiksi

Cerita yang hadir bisa jadi sebuah tragedi
yang kau dapat dari renungan imajinasi
Bisa jadi sebuah romansa
yang berakar dari perasaan suka

tapi taukah engkau
kadang tak perlu tinta untuk menulis
kau hanya perlu berjalan
menjalani sebuah kehidupan

Tinta menghasilkan tulisan
perjalanan menghasilkan cerita
Cinta menulis kisah
yang mungkin kau tuang dalam tinta

Menulis itu antik
meski mungkin tak ada yang mengerti
Seperti Kehidupan yang penuh tragedi
meski tak ada yang peduli

Maka Jalanilah kehidupan layaknya penulis
tak henti menyajikan kisah yang dijalani
terus hingga waktu jingga
hingga malam kau tertidur dan tak dapat menulis lagi

Minggu, 16 September 2018

Hujan di Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu


By: Sapardi Joko Damono

Minggu, 27 Mei 2018

Hikayat Hawa

Om… Hyang Suksma..
Tubuhku tiba tiba terdampar
Disamping Pria yang terkapar
Denkurannya seakan menggelegar
Memaksa ia keluar dari Sangkar
Tapi dimanakah Ayah ?
Siapakah Ibu ?

Aku bukanlah gumpalan lumpur hitam
Aku adalah Rapalan Kerinduan yang mendalam
Yang disampaikan melalui Jutaan Mantram
Dari nya, sang mahluk legam
Tapi dimanakah aku ?
Tempat apa ini ?

Kulihat sepasang Kebang menari
Menghisap madi dari putik Sari
Kulihat Sepasang kenari
Melantuntang tembang seraya bernyanyi
Aku masih terduduk dalam Tanya
Disamping pria yang tidur dalam rindunya
Saat Ahirnya Bisik angin membawa berita
Akulah dia
Putri Kecil dalam wujud manusia
Yang menorehkan tinta hitam dalam Surga
Yang kisahnya dilukiskan sepanjang umur dunia

Om… Hyang Suksma..
Tubuhku tiba tiba terdampar
Disamping Pria yang terkapar
Denkurannya seakan menggelegar
Memaksa ia keluar dari Sangkar
Tapi dimanakah Ayah ?
Siapakah Ibu ?

Aku bukanlah gumpalan lumpur hitam
Aku adalah Rapalan Kerinduan yang mendalam
Yang disampaikan melalui Jutaan Mantram
Dari nya, sang mahluk legam
Tapi dimanakah aku ?
Tempat apa ini ?

Kulihat sepasang Kebang menari
Menghisap madi dari putik Sari
Kulihat Sepasang kenari
Melantuntang tembang seraya bernyanyi
Aku masih terduduk dalam Tanya
Disamping pria yang tidur dalam rindunya
Saat Ahirnya Bisik angin membawa berita
Akulah dia
Putri Kecil dalam wujud manusia
Yang menorehkan tinta hitam dalam Surga
Yang kisahnya dilukiskan sepanjang umur dunia




Senin, 26 Maret 2018

Untuk Kekasih


Taukah engkau Kekasih ….?
Saat engkau pertama kali hadir
Bak mentari telah menyinari tabir
Berikan kata dalam bibir

Taukah kau kekasih ?
Mengenalmu adalah Anugrah
Tentang pencarian Mencapai Sudah
Pelipur segala Gundah

Aku awalnya hanya Kelabu
Sebuah Cerita berisi Jemu
Yang sedang menunggu
Belian lembut penghapus Pilu

Untuk itu Kukatakan padamu
Aku Ingin dirimu
Agar tercapai Utuhku
Dalam Jiwa dan Raga Kita Bersatu
Begitulah Hasrat Rinduku
Agar Kau Tau
Kekasihku….
 Image result for Kekasih

Sajak



Apakah yang menulis Sajak ?
Tangan yang rindu atau kah hati yang memuncak ?
Sungguh aku tak tahu, yang aku tau hanya kata mengalir deras dari hati
Menggerakkan tangan untuk menulis sebuah syair.
Lantas apakah yang membekas dalam sajak ?
Bukankah tinta pena cukup pekat untuk menulis sebuah sajak ?
Mungin bukan, itulah pekatnya malam yang mengundang kerinduan untuk menulis.
Karna tinta saja tak cukup pekat
Pekat malam lah yang membuatnya.
Kadang akupun ragu
Ragu tentang tulisan ini
Inikah sajak ?
Aku tak tahu ujung pangkalnya
Yang aku tahu saat seseorang membaca ini (yang pasti untuknya)
Dia akan tersenyum dan ia pun tau
Mala mini aku sedang merindukannya
Sebagaimana malam malam sebelumnya.
Ya , aku sedang rindu dan dalam rahim hatiku
Kulahirkan tulisan ini untukmu kekasihku.
Fur meine frau