Saat penaku telah patah
Dan swara telah jauh
meninggalkan pita suaraku
Biarkan aku antara hitam dan
putih
Dan tatapan kosong padamu
Warnapun telah enggan
bersamaku
Hanya abu dalam cahaya mata
lahirku
Bersisi putih dan hitam
ditengah
Maka biarkan ku muntahkan
Darah itu
Agar ku lihat merah menyala
Meskipun ia akan terkuras
dalam jasatku
Perlahan Jantungku tak mampu
mengimbangi detak arloji
Perlahan akupun Mati seiring
kau pergi…..Nyawa
S.h. Bagus Jiwa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar