Senja kala itu
Berhembus Angin dingin membeku
Kumenatapmu
Matamu diam membisu
Demi jutaan cerita yang telah dilalui
Sampai Pena kehabisan tinta untuk melukiskan
Demi Ribuan tawa yang yang telah dibagi
Sampai hati lupa akan derita
Demi ratusan rintangan yang kita hadapi
Tak ada satupun mampu mengalahkan kita
Dan kini hanya menyisahan satu derita
tersisa
Satu Kata sakti untuk melebur hati yang
terlanjur Jatuh Cinta
“Berakhir”
Disaat hembusan angin itu
Nafasku seakan tersedak oleh udara
Buih Buih ombak seperti mengejekku dengan
deburnnya dipasir
Aku berpaling darimu
Sembari tanganku
Melepaskan
ikatanya padamu
Aku Pergi Senja
Kini kau hanya rona merah yang suram
Tak lagi Indah karna tanpa adanya dia

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuskeccceeee abizz.... keceket ne buat puisi pak bro nie.... wahhh dh bxk trxata tulisan.a....// 2thumbs up!!! keren2....
BalasHapusTerimakasih.. Sekedar menyalurkan hoby mbaq
HapusTerimakasih.. Sekedar menyalurkan hoby mbaq
Hapus