Kamis, 15 Juni 2017

Sepenggal Cerita


Senja kala itu
Berhembus Angin dingin membeku
Kumenatapmu
Matamu diam membisu
Demi jutaan cerita yang telah dilalui
Sampai Pena kehabisan tinta untuk melukiskan
Demi Ribuan tawa yang yang telah dibagi
Sampai hati lupa akan derita
Demi ratusan rintangan yang kita hadapi
Tak ada satupun mampu mengalahkan kita
Dan kini hanya menyisahan satu derita tersisa
Satu Kata sakti untuk melebur hati yang terlanjur Jatuh Cinta
“Berakhir”
Disaat hembusan angin itu
Nafasku seakan tersedak oleh udara
Buih Buih ombak seperti mengejekku dengan deburnnya dipasir
Aku berpaling darimu
Sembari tanganku
 Melepaskan ikatanya padamu
Aku Pergi Senja
Kini kau hanya rona merah yang suram
Tak lagi Indah karna tanpa adanya dia



4 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. keccceeee abizz.... keceket ne buat puisi pak bro nie.... wahhh dh bxk trxata tulisan.a....// 2thumbs up!!! keren2....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih.. Sekedar menyalurkan hoby mbaq

      Hapus
    2. Terimakasih.. Sekedar menyalurkan hoby mbaq

      Hapus